Cara meningkatkan traffic blog
0 komentarDiposting oleh VITRO di 00.36
Sering Merasa Ponsel Seolah Bergetar? Ini Penyebabnya
0 komentarKamu pernah atau sering merasa seolah ponselmu bergetar tetapi begitu
dicek ternyata tidak ada panggilan, SMS, atau pesan instan masuk?
Tenang, kamu tidak sendirian karena ternyata hampir semua orang yang
terbiasa mengantongi ponselnya pernah atau sering mengalami hal
tersebut. Kok bisa ya kita seolah merasa ada getaran pada ponsel padahal
sebenarnya tidak?
Kejadian itu disebut juga phantom vibration. Sederhananya, kejadian tersebut disebabkan karena otak salah menerima respon dari saraf kita.
Jika kamu terbiasa mengantongi ponsel di saku celana kamu, saraf di sekitar tempat kamu biasa meletakkan ponsel itu lama-kelamaan akan bisa mengenali keadaan apakah ponsel tersebut bergetar ataukah ponsel tersebut tidak bergetar. Rangsangan dari saraf tersebut kemudian diterima dan diterjemahkan oleh otak sebagai suatu kondisi antara 'ponsel bergetar' atau 'ponsel tidak bergetar'.
Nah, tetapi bisa saja otak kita salah menerjemahkan rangsangan tersebut. Otak bisa saja menerjemahkan rangsangan saraf sebagai kondisi 'ponsel bergetar' padahal sebenarnya tidak, dan demikian pula sebaliknya. Saat itulah kita merasa ponsel kita seolah bergetar padahal sesungguhnya tidak.

Lantas, apakah hal ini wajar? Sebenarnya hal ini wajar saja. Hal ini mirip dengan yang dirasakan oleh ibu yang baru melahirkan, di mana mereka sering masih merasa gerakan bayi di perut mereka.
Tetapi, beberapa ahli juga mengatakan bahwa hal ini terkait dengan kebiasaan manusia sekarang yang tidak bisa lepas dari gadget. Jika seseorang sudah sangat sering merasakan phantom vibration ini, diduga bahwa orang tersebut sangat mengkhawatirkan atau mengharapkan adanya telepon, SMS, atau pesan instan masuk ke ponsel mereka. Artinya, orang tersebut hampir tidak bisa lepas darigadget.
Kalau kamu sering merasakan gejala phantom vibration, tidak ada salahnya kalau meluangkan sejenak waktu untuk lepas dari gadget.
Diposting oleh VITRO di 07.38
tahukah kamu Apa Sih Fungsi Ekor Bagi Binatang?
0 komentarTuhan tidak mungkin menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Ya, memang
benar. Segala hal di dunia ini tercipta dengan maksud dan tujuan
tertentu. Termasuk keberadaan ekor pada binatang. Apa sih fungsinya?
Mengapa binatang harus memiliki ekor sedangkan kita, manusia, tidak?
Fungsi-fungsi dasar keberadaan ekor binatang dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berikut ini:
1. Menjaga Keseimbangan dan Membantu Pergerakan
Bagi beberapa binatang, ekor berfungsi sebagai penjaga keseimbangan, terutama saat melakukan kegiatan tertentu. Misalnya kucing yang menggunakan ekor mereka sebagai penyeimbang saat berjalan di tempat-tempat "berbahaya" seperti atap rumah atau pinggir jurang.
Tupai juga menggunakan ekor sebagai penjaga keseimbangan saat mereka berada di atas pohon. Fungsi yang masih berkaitan dengan menyeimbangkan badan adalah membantu pergerakan.
Burung dan ikan menggunakan ekor sebagai pengendali arah bergerak, bahkan cheetah menggunakan ekor untuk membantu proses berbelok dan berbalik saat sedang berlari kencang mengejar mangsa.
2. Sebagai Alat Komunikasi
Contoh binatang yang menggunakan ekor sebagai alat komunikasi adalah burung merak dan anjing. Burung merak jantan menggunakan ekor mereka yang sangat cantik sebagai alat untuk menarik perhatian merak betina untuk melangsungkan perkawinan.
Sedangkan anjing menggunakan ekor sebagai media untuk menyampaikan sesuatu (biasanya kepada pemiliknya). Anjing akan menggoyang-goyangkan ekor saat merasa senang, dan menurunkan ekor saat merasa sedih.
3. Alat Pertahanan Diri
Ya, pertahanan diri menjadi hal yang sangat penting terutama di alam liar. Buaya, kalajengking, kanguru, ular dan kadal adalah contoh binatang-binatang yang menggunakan ekor sebagai alat untuk mempertahankan diri.
Beberapa hewan menggunakan ekor secara langsung untuk menyerang lawan, seperti buaya, kalajengking dan kanguru. Ada pula yang menggunakan ekor sebagai pengalih perhatian, seperti yang dilakukan kadal dan cicak.
4. Menjaga suhu tubuh
Rubah yang hidup di daerah dengan perubahan suhu ekstrim menggunakan ekor mereka yang panjang dan hangat sebagai selimut alami. Menjaga agar mereka tidak mati kedinginan saat tidur.
Leopard salju, keluarga jauh kucing, juga menggunakan ekor mereka yang panjang dan tebal untuk menutupi leher dan bagian tubuh lain saat malam hari.
5. Fungsi Lain
Selain fungsi-fungsi yang disebutkan di atas, masih banyak binatang yang memanfaatkan ekor mereka untuk berbagai keperluan. Misalnya kera yang menggunakan ekor panjang mereka sebagai tangan yang bisa membantu memanjat pohon hingga memegang ranting pohon atau buah pisang.
Kuda dan sapi menggunakan ekor untuk mengusir lalat dan serangga lain yang datang menggaggu.
sains
Diposting oleh VITRO di 07.36
Manfaat Jengkol Bagi Kesehatan Kita
0 komentarManfaat Jengkol Bagi Kesehatan Kita : Bila
Anda penggemar makanan tradisional, pasti Anda mengenal benda yang
berbentuk bulat gepeng, kulit tipis kecoklatan, berbau dan banyak
dikonsumsi orang. Benda tersebut adalah Jengkol. Jengkol atau
Jering atau Pithecollobium Jiringa atau Pithecollobium Labatum adalah
tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara, termasuk yang digemari di
Malaysia, Thailand dan Indonesia terutama di wilayah Jawa Barat yang
seharinya dikonsumsi 100 ton.
Tanaman
jengkol berupa pohon yang tingginya dapat mencapai 10-26 meter. Buahnya
berupa polong berbentuk gepeng dan berbelit. Warna buahnya lembayung
tua. Setelah tua, bentuk polong buahnya menjadi cembung dan di tempat
yang mengandung biji ukurannya membesar. Tiap polong dapat berisi 5-7
biji. Bijinya berkulit ari tipis dan berwarna cokelat mengilap.

Bau yang ditimbulkan dari jengkol itu sebenarnya cukup mengganggu, terutama bagi orang lain yang tidak ikut makan. Kalau yang makan, meskipun bau, setidak-tidaknya sudah menikmati kelezatan jengkol. Tetapi bagi orang lain yang tidak ikut merasakan, tetapi cuma kebagian baunya, akan merasa sangat terganggu. Apalagi dengan air seni yang dikeluarkannya. Jika pemakan jengkol ini buang air di WC dan kurang sempurna membilasnya, maka WC akan bau tidak enak dan mengganggu ketenangan orang lain.
Saat dicerna jengkol akan menyisakan zat yang disebut asam jengkolat (jencolid acid) yang dibuang ke ginjal. Di sinilah efek yang sering ditakuti oleh orang-orang, yaitu jengkoleun atau jengkolan. Jengkolan terjadi saat asam jengkolat yang memang sulit larut dalam air akhirnya mengendap dalam ginjal, membentuk kristal padat hingga bisa berakibat sulit membuang air seni. Jika pH darah kita netral, asam jengkolat aman-aman saja, tapi jika cenderung asam (pH kurang dari 7) asam jengkolat membentuk kristal tak larut.
Risiko terkena jengkolan ini tidak tergantung pada banyaknya jengkol yang dikonsumsi, tetapi bergantung pada kerentanan tubuh seseorang. Orang yang rentan, mengonsumsi sedikit jengkol saja dapat menyebabkan terjadinya jengkolan. Apa yang memengaruhi kerentanan seseorang terhadap asam jengkolat belum jelas, tapi diduga akibat faktor genetik dan lingkungan.
Dibalik bau yang ditimbulkan jengkol, ternyata terkandung manfaat yang berguna bagi kesehatan. Menurut berbagai penelitian menunjukkan bahwa jengkol juga kaya akan karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B, Vitamin C, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin. Khusus untuk vitamin C terdapat kandungan 80 mg pada 100 gram biji jengkol, sedangkan angka kecukupan gizi yang dianjurkan per hari adalah 75 mg untuk wanita dewasa dan 90 mg untuk pria dewasa.
Selain itu, Jengkol merupakan sumber protein yang baik, yaitu 23,3 g per 100 g bahan. Kadar proteinnya jauh melebihi tempe yang selama ini dikenal sebagai sumber protein nabati, yaitu hanya 18,3 g per 100 g. Kebutuhan protein setiap individu tentu saja berbeda-beda. Selain untuk membantu pertumbuhan dan pemeliharaan, protein juga berfungsi membangun enzim, hormon, dan imunitas tubuh. Karena itu, protein sering disebut zat pembangun.
Untuk zat besi, Jengkol mengandung 4,7 g per 100 g. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Gejala-gejala orang yang mengalami anemia defisiensi zat besi adalah kelelahan, lemah, pucat dan kurang bergairah, sakit kepala dan mudah marah, tidak mampu berkonsentrasi, serta rentan terhadap infeksi. Penderita anemia kronis menunjukkan bentuk kuku seperti sendok dan rapuh, pecah-pecah pada sudut mulut, lidah sulit menelan.
Remaja, wanita hamil, ibu menyusui, orang dewasa, dan vegetarian adalah yang paling berisiko untuk mengalami kekurangan zat besi. Di dalam tubuh, besi sebagian terletak dalam sel-sel darah merah sebagai heme, suatu pigmen yang mengandung inti sebuah atom besi. Jengkol juga sangat baik bagi kesehatan tulang karena tinggi kandungan kalsium, yaitu 140 mg/ 100 g. Peran kalsium pada umumnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu membantu pembentukan tulang dan gigi, serta mengatur proses biologis dalam tubuh.
Keperluan kalsium terbesar adalah pada saat masa pertumbuhan, tetapi pada masa dewasa konsumsi yang cukup sangat dianjurkan untuk memelihara kesehatan tulang. Konsumsi kalsium yang dianjurkan pada orang dewasa adalah 800 mg per hari.
Kandungan fosfor pada jengkol (166,7 mg/100 g) juga sangat penting untuk pembentukan tulang dan gigi, serta untuk penyimpanan dan pengeluaran energi. Dengan demikian, sesungguhnya banyak manfaat yang diperoleh dari mengonsumsi jengkol dan ini hanya masukan saja, bukan doktrin yang mengharuskan Anda untuk percaya dan mengikuti agar mengkonsumsi jengkol, tapi hanya sekedar Anda tahu bahwa ada khasiat dibalik sayuran polong berbau ini.
sumber : http://www.telanjangidunia.com
Diposting oleh VITRO di 23.20
Copyright © ARTIKEL MENARIK. All rights reserved.
Blogger template created by Templates Block in collaboration with Music Videos Online
Provided By Free Website Templates | Freethemes4all.com | SEO Design
